Skip to main content
Aplikasi Pelaporan - Perbuatan Pelanggaran - Berindikasi Pelanggaran

Whistle Blowing System


Cara Lapor

1.Klik tombol "LAPOR", lalu isikan Username dan Password Anda.


2. Klik menu "Pembuatan Laporan" untuk merekam pengaduan baru.


3. Atau dapat melalui daftar laporan dengan menekan tombol "Tambah" untuk menambahkan pengaduan baru


4. Isi form Pembuatan Laporan sesuai informasi yang anda ketahui.


5. Pastikan informasi yang diberikan sedapat mungkin memenuhi unsur 4W + 1H

6. Jika anda memiliki bukti dalam bentuk file seperti foto atau dokumen lain, silahkan dilengkapi di halaman Pembuatan Laporan.

- Caranya: Setelah membaca petunjuk untuk "Tambah File Bukti", klik kotak hijau untuk menambah daftar file bukti, dan lanjutkan prosesnya.

7. Setelah selesai mengisi, silahkan klik tombol "Kirim" untuk melanjutkan atau klik tombol "Simpan" untuk menyimpan pelaporan anda.


8. Halaman berikutnya memberi kesempatan bagi anda yang ingin melihat daftar laporan yang telah anda buat.


Badan Tenaga Nuklir Nasional akan menghubungi Anda melalui saluran yang telah Anda cantumkan dalam form pengaduan apabila pengaduan yang Anda sampaikan belum memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti.

Mekanisme WBS


Mekanisme Pelaporan

Pada dasarnya diberlakukannya WBS antara lain bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan keterbukaan, serta keterlibatan setiap Pimpinan dan Pegawai BATAN untuk memberikan kontribusi yang bernilai tambah terhadap BATAN. Mekanisme Pelaporan pelanggaran dalam rangka transparansi secara umum dapat dilaksanakan melalui Mekanisme Tidak Langsung, dan Mekanisme Langsung.


Mekanisme Tidak Langsung.

  • Pengungkapan adanya pelanggaran, penyalahgunaan atau malapraktik yang timbul atau terjadi pada suatu unit organisasi di lingkungan BATAN oleh Pelapor sedapat mungkin disampaikan oleh Pelapor kepada atasan langsung atau pejabat yang berwenang pada unit organisasi yang bersangkutan.

  • Hal ini dimaksudkan agar unit organisasi dimaksud dapat mengetahui sedini mungkin permasalahan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi sebelum permasalahan dimaksud meluas ke seluruh unit organisasi BATAN atau menjadi perhatian masyarakat. Dengan demikian diharapkan bahwa pejabat yang berwenang pada unit organisasi dimana permasalahan terjadi dapat mengambil tindakan yang sesuai dengan penyebab terjadinya masalah.

  • Dalam hal Pelapor berpendapat bahwa Pelaporan pelanggaran kepada atasan langsung belum mendapat tindak lanjut yang memadai, Pelapor dapat menyampaikannya kepada Kepala Unit Kerjanya.

  • Atasan Langsung atau Kepala Unit Kerja dapat memutuskan menyampaikan laporan pelanggaran kepada pengelola SPP/WBS.

  • Dalam hal Pelapor berpendapat bahwa Pelaporan pelanggaran kepada Kepala Unit Kerja belum mendapat tindak lanjut yang memadai, Pelapor dapat menyampaikannya ke pengelola WBS melalui Mekanisme Langsung dengan pertimbangan sebagaimana diuraikan pada bagian selanjutnya.


Mekanisme Langsung.

         Pelapor dalam menyampaikan laporan pelanggaran melalui Mekanisme Langsung wajib mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Pelapor berpendapat penyelesaian atas pelanggaran belum memadai; atau

  • Terdapat alasan yang mendasar bahwa terlapor akan menjadikan Pelapor sebagai korban atau intimidasi atau pemaksaan jika permasalahan yang terjadi diungkapkan secara internal; atau

  • Terdapat keyakinan bahwa pengungkapan melalui Mekanisme Tidak Langsung mengakibatkan penghilangan/perusakan barang bukti; atau

  • Pelapor berpendapat bahwa permasalahan yang dilaporkan merupakan suatu hal yang serius dan Pelapor tidak dapat mendiskusikan dengan atasan langsung atau Kepala Unit Kerja.

PENERIMAAN LAPORAN

Perlindungan


Perlindungan

Pihak yang terlibat dalam proses WBS berkewajiban menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh dan dimiliki sehubungan dengan laporan dan/atau hasil investigasi WBS, dan tidak menyampaikan kepada pihak yang tidak berkepentingan tanpa persetujuan Kepala BATAN, kecuali untuk keperluan yang dipersyaratkan atau diwajibkan oleh regulator, dan/atau peraturan perundang-undangan.

 

Perlindungan pelapor dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas kerahasian identitas pelapor dan perlindungan dari tindakan yang merugikan pelapor. Kebijakan perlindungan pelapor dimaksudkan pula untuk mendorong setiap pegawai/staf BATAN untuk berani melaporkan pelanggaran. BATAN berkomitmen untuk melindungi pelapor yang beritikad baik dan BATAN akan patuh terhadap segala peraturan perundangan yang terkait dalam sistem penyelenggaraan perlindungan pelapor. Semua laporan pelanggaran akan dijamin kerahasiaan dan keamanannya oleh BATAN dan pelapor dijamin haknya untuk memperoleh informasi mengenai tindak lanjut atas laporannya. Pelapor dapat mengadukan bila mendapatkan balasan berupa tekanan atau ancaman atau tindakan pembalasan lain yang dialaminya.

Pengaduan harus disampaikan kepada Pengelola WBS melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

 

Perlindungan terlapor dimaksudkan untuk memberikan hak atas prinsip tidak bersalah sampai terbukti, dan untuk itu:

maksud dan tujuan kebijakan WBS; misalnya fitnah atau pelaporan palsu.